22 Feb 2011

Contoh Laporan PSG Jurusan Alat Berat ( industri )

BAB I
Pendahuluan

A.Latar belakang
dalam program sumber daya manusia(SDM) yang professional,pihak perusahaan telah mengadakan kerjasama dengan pihak sekolah dengan kurikulum yang dibuat perusahaan.
Kerjasama ini sangat menguntungkan kedua belah pihak ,Disatu pihak sekolah dapat menyiapkan anak didiknya menjadi tenaga kerja yang mandiri dan trampil ,serta memiliki keterampilan yang standard dengan perusahaan yang biasa merekrut langsung tenaga kerja dari sekolah yang tealh siap pakai.
Hal ini dapat membuat para siswa berkopetensi dan meningkatkan keahlian dan keterampilan yang sesuai dengan standard perusahaan yang terdapat disekitar lingkungan sekolah.
B.Visi dan Misi SMK Negeri 1 Mimika
• Visi
Sebagai lembaga pendidikan kejuruan yang menyiapkan tenaga kerja yang professional dan dapat di serap industry nasional dan internasional serta dapat kerja mandiri
• Misi
1. Mengintegrasikan Pendidikan dan Pelatihan Menengah Kejuruan yang Berwawasan Mutu dan Keunggulan Profesional dan Berorientasi masa depan.
2. Memiliki bekal keahlian sehingga mampu merubah siswa dari status beban menjadi asset.
3. Dapat mengisi keperluan Industri dan Pembangunan.
4. Memiliki bekal yang kuat untuk mengembangkan dirinya secara berkelanjutan.
C.Tujuan PSG
tujuan PSG antara lain:
Agar menghasilkan tenaga yang siap berkompetensi dalam segala bidang kehidupan dan membekalinya dengan mental yang baik dan berkompetensi.
Agar mengajarkan kpada siswa/siswi PSG yaitu bagaimana menjaga tanggung jawab yang baik.

Mempersiapkan siswa dalam hal keahlian dan kreatifitas yang seuai dengan jurusan masing-masing

Memperkenalkan dunia industry pada siswa ,sehingga apabila siswa memasuki dunia industry,siswa dpat menyesuaikan langsung pada dunia kerja.

D. Tempat dan Waktu pelaksanaan
• Waktu Pelaksanaan
Waktu pelasanaan program Pendidikan Sytem Ganda(PSG) ini adalah dimulai pada tanggal 21 juni sampai dengan 17 sepember 2010.
• Tempat pelaksanaan
Tempat pelaksanaan program Pendidikan System Ganda (PSG) adalah dilaksanakan di PT.TRAKINDO UTAMA Tbk,cabang Kuala Kencana Timika-Papua

E.Hasil yang diharapkan
Memperoleh ilmu yang dapat dikembangkan didunia Industri dan dapat langsung di praktekkan secara Individual,dengan tepat mengutamakan keselamatan kerja selama beraktifitas.


Bab II
Tempat Praktek
a.Sejarah berdirinya
PT.Trakindo Utama di dirikan tanggal 23 Desember 1970 oleh Bpk.A.H.K. HAMAMI atau biasa dipanggil Pak Met. PT.Trakindo Utama ini merupakan perusahaan swasta nasional yang bergerak di bidang perdagangan alat-alat Berat Caterpillar
PT.Trakindo Utama juga melaksanakan kerja sama dengan beberapa perusahaan seperti Sumberdaya Sewatama (Pawer Rental) ,Cipta Kridatama (Mining Contraktor), Mitra Solusi Telematika (IT provider) Chakra Jawara (Truck Iveco Provider),Tiara Marga Trakindo (Holding Company),Chandra Sakti Utama Leasing (Financing Company),Cipta Krida Bahari (Transportation & Logistic Provider),Chitra Paratama (Michelin Tyre Provider)dan Sanggar Sarana Baja (Steel Construction & Reman)
Adapun sasaran Utama Perusahaan PT.Trakindo Utama antara lain:
1. Mencari kesempatan untuk memperoleh keuntungan disektor pasar,dimana perusahaan bertujuan menjadi pemimpin pasar dan mencapai pertumbuhan dengan pengembalian modal usaha yang wajar.
2. Memberikan kepada pelanggan produk dan pelayanan yang telah diakui bernilai unggul
Berbeda dengan pesaing yang dikenl sebagai prusahaan yang memenuhi standard professional tertinggi terhadap : Efisiensi, kemampuan Managerial dan yang terpentin ialah Etika.
3. Mengadakan program pengelolaan Sumber Daya Manusia (SDM)yang Professional dan memupuk lingkungan kerja yang nyaman,yang mendorong produktifitas dan yang menyebabkan karyawan dapat berdiri sendiri,serta mengungguli dalam memberikan tanggapan terhadap kebutuhan untuk mencapai hasil kerja yang tinggi.





































Bab III
Uraian kegiatan
a.Engine
1. Block Assembly
Block assembly adalah tempat dimana tenaga diciptakan.
Berikut akan kita pelajari komponen pembentuknya dan
bagaimana mereka bekerja bersama-sama untuk menghidupkan
engine.



Engine Block
Engine Block adalah rangka utama yang menyangga
semua komponen suatu engine.

Engine Block memiliki banyak desain, seperti: In-line
engine (nomor 1) dimana semua cylinder-nya diletakkan
dalam satu baris. Dan V Engine (nomor 2) yang memisahkan
cylinder menjadi dua baris, dengan block engine
membentuk huruf “V”.
Cylinder
Cylinder adalah lubang-lubang yang ada pada engine
block dan berfungsi sebagai :
1. Rumah piston
2. Pembentuk ruang bakar
3. Pembuang panas dari piston
Desain Cylinder
1. Cylinder bisa dicetak secara permanen ke dalam
block yang disebut Parent bore, atau
2. Cylinder yang bisa dibongkar-pasang yang disebut
cylinder liner.
Cylinder liner membentuk dinding jacket water antara
coolant dan piston.



Jenis-jenis Cylinder Liner
Wet liner mempunyai O-ring untuk menyekat water
jacket dan mencegah kebocoran coolant. Dry liner sering
digunakan untuk memperbaiki parent bore engine
apabila cylinder-nya rusak. Liner-nya disebut kering
karena menempel dan menempati jalur sepanjang
dinding cylinder yang ada dalam block engine.
Piston
Piston memiliki tiga tugas utama :
1. Memindahkan gaya hasil pembakaran ke connecting
rod dan ke crankshaft.
2. Menyekat ruang pembakaran.
3. Menyerap panas yang berlebihan dari ruang pembakaran.
Piston dipasang di setiap cylinder liner dan bergerak
turun-naik selama proses pembakaran. Bagian atas piston
berfungsi sebagai ruang pembakaran bagian bawah.
Piston berfungsi sebagai pemindah gaya hasil pembakaran
Piston terdiri dari beberapa bagian sebagai berikut:
1. Crown – sebagai ruang pembakaran.
2. Ring Grooves dan Lands – menahan compression
ring dan oil control ring.
3. Wrist Pin Bore – berisi pin yang menghubungkan
piston dengan connecting rod.
4. Retaining pin – menahan pin piston agar tetap berada
di dalam pin bore.
5. Thrust skirt – membawa beban samping.
Piston dibuat dengan berbagai metode:
1. Cast Aluminium Crown dengan forged aluminium
skirt, dan di las dengan semburan elektron.
2. Composite, steel crown dan forged aluminium skirt
yang dibaut menjadi satu.
3. Articulated, forged steel crown dengan pin bore dan
bushing, cast aluminium skirt yang terpisah. Kedua
bagian itu disatukan dengan wrist pin.
4. Jenis yang paling umum adalah piston berbahan
aluminium dengan penyanga besi sebagai pasangan
piston ring.
Ada dua jenis piston berdasarkan sistem bahan bakar dan
rancangan ruangan pembakaran, yaitu :
1. Precombustion piston memiliki heat plug pada
crown-nya,
2. Direct injection piston tidak dilengkapi dengan
heat plug.




Ring Piston
Setiap piston memiliki dua atau lebih ring yang terpasang
pada groove piston. Ring piston mempunyai tiga tugas
utama, yaitu :
1. Menyekat ruang pembakaran.
2. Mengontrol pelumasan pada dinding cylinder.
3. Mendinginkan piston dengan cara memindahkan
panas yang dihasilkan pada proses pembakaran.
Ada dua jenis piston ring :
(1) Compression Ring, dan
(2) Oil Control Ring.
Compression ring berfungsi untuk menyekat bagian
bawah ruang pembakaran agar tidak ada gas pembakaran
yang bocor melewati piston menuju crankcase.
Oil Control Ring
Biasanya oil control ring terletak di bagian bawah
compression ring. Tugasnya adalah melumasi dindingdinding
cylinder liner, tempat piston bergerak turun-naik.
Lapisan tipis dari oli tersebut akan mengurangi keausan
pada cylinder liner dan piston.






Expander Ring
Di bagian dalam oil control ring, akan kita temukan
expander spring yang membantu mempertahankan
lapisan oli di sepanjang dinding cylinder.
Ring End Gap
Tiap ring piston punya gap/celah di antara ujung-ujung
pertemuan lingkarannya. Untuk mencegah kebocoran,
ring end gap antara ring yang satu dengan yang lainnya
tidak boleh disusun segaris.
Connecting Rod
Connecting rod terpasang di setiap piston melalui sebuah
pin. Fungsinya untuk memindahkan gaya dari piston ke
crankshaft.





Connecting rod menghubungkan piston dengan crankshaft,
yang terdiri atas beberapa bagian sebagai berikut:
1. Rod Eye
2. Piston Pin Bushing
3. Shank
4. Cap
5. Bolt dan Nut
6. Connecting Rod Bearing
Connecting Rod Bearing
Connecting Rod Bearing terletak pada ujung connecting
rod tersebut, dimana crankshaft berputar di dalamnya.
Rod Bearing Shell
Setengah bagian atas connecting rod bearing yang
berada di dalam rod disebut upper half shell (bagian
atas). Setengah bagian yang lain mengisi ruang cap, disebut
lower half shell (bagian bawah). Secara umum,
lapisan bagian atas membawa beban lebih banyak.
Crankshaft
Ujung lain dari connecting rod berfungsi untuk memutar
crankshaft yang ada di bagian bawah engine block.
Crankshaft memindahkan gerakan berputar ke flywheel
dan menghasilkan energi untuk melakukan kerja.
Crankshaft merubah gerakan naik-turun piston menjadi
gerak berputar untuk melakukan kerja.
Bagian-bagian crankshaft terdiri dari:
1. Rod Bearing Journal
2. Counterweight
3. Main Bearing Journal
4. Web

Main Bearing Bore
Crankshaft berputar di dalam main bearing yang dijepit
pada bore-nya dan terletak di bagian bawah engine block.
Main Bearing Shell
Ada dua bagian pada setiap main bearing yang disebut
sebagai shell. Bagian bawah dipasangpada main bearing
cap, dan bagian atasnya dipasang pada main bearing
bore pada block. Umumnya, shell bagian bawah ini
menerima beban lebih banyak dan karenanya lebih cepat
aus.
Pelumasan pada Bearing
Bagian atas dari main bearing mempunyai sebuah lubang
oli dan biasanya berupa slot (celah), sehingga pelumasan
bisa terjadi secara terus-menerus pada lubang oli pada
main journal.Thrust Main Bearing
Thrust main bearing mengurangi gerakan maju-mundur
crankshaft. Ada dua tipe thrust main bearing, yaitu:
1. Insert bearing, dua bagian.
2. Flanged thrust bearing, satu bagian.
End Play
Thrust main bekerja sama dengan thrust bearing untuk
mengurangi gerakan maju-mundur crankshaft pada
block. Gerakan ini dinamakan End Play.

Camshaft
Camshaft digerakkan oleh crankshaft melalui gear train.
Jika camshaft berputar, cam lobes juga ikut berputar.
Komponen-komponen valve train yang terhubung ke
camshaft juga bergerak turun-naik mengikutinya. Ketika
nose pada lobe menghadap ke atas, valve-nya terbuka
penuh.

Putaran camshaft adalah setengah dari putaran crankhaft,
sehingga valve dapat membuka dan menutup pada
saat yang tepat selama proses Siklus 4-Langkah.

Camshaft Bearing
Camshaft Journal berputar di dalam camshaft bearing.
Camshaft bearing ditekan dan dimasukkan ke dalam
bore pada engine block. Camshaft journal mempunyai
lubang-lubang oli yang sejajar dengan saluran oli pada
block.
Flywheel Assembly
Flywheel Assembly adalah penghubung antara engine
dengan komponen powertrain, terpasang pada crankshaft
bagian belakang. Flywheel mempunyai tiga fungsi :
1. Menyimpan energi sebagai momentum antara siklus
tenaga (power stroke).
2. Menghaluskan putaran crankshaft.
3. Menyalurkan tenaga.

Flywheel
Flywheel dibaut ke bagian belakang crankshaft pada
flywheel housing. Crankshaft memutar flywheel pada
power stroke, dimana momentumnya tetap menjaga agar
crankshaft tetap bekerja sempurna selama intake stroke,
compression stroke dan exhaust stroke.
Ring Gear
Ring gear terletak di sekeliling flywheel dan digunakan
sebagai perantara untuk menghidupkan engine.
Push Rod
Push rod (#3 pada gambar bawah) adalah sebatang besi
yang mempunyai dudukan di kedua sisinya. Camshaft
menggerakkan push rod sehingga mengakibatkan terangkatnya
rocker arm.


Valve Lifter
Valve lifter (#2) atau cam follower terletak di setiap lobe
pada camshaft. Pada saat camshaft berputar valve lifter
bergerak mengikuti bentuk lobe-ya. Valve lifter memindahkan
gerakan camshaft ke push rod. Push rod ini
memindahkan gerakan itu ke rocker arm untuk membuka dan menutup
dan menutup valve. Slipper Follower
Jenis Slipper follower biasanya berbentuk one piece
casting dengan wear face yang nantinya akan
berhubungan langsung dengan lobe.
Slipper follower bergerak ke atas dan ke bawah di dalam
bore pada engine block. Slipper follower berputar
perlahan pada saat engine bekerja.
Vibration Damper
Vibration damper terletak di bagian depan crankshaft
dan berfungsi untuk meredam getaran torsional atau
puntiran dari crankshaft. Bentuknya seperti miniatur
flywheel yang direkatkan atau dibaut di bagian depan
crankshaft.
Jenis-jenis Vibration Damper
Vibration damper tersedia dalam dua tipe : ruber damper dan viscous damper.
Rubber vibration damper (kiri) menggunakan karet untuk meredam getaran, sementara viscous damper (kanan) menggunakan oli yang kentalsebagai
meredam getaran.
b.Power Train
I. Dasar-Dasar Power Train
I.1. Definisi
Power train merupakan suatu sistem yang meneruskan tenaga atau power dari engine sampai ke penggerak akhir atau final drive.

I.2. Komponen Utama Power Train
Pada dasarnya komponen utama dalam rangkaian power train terdiri dari:
• Flywheel clutch / torque converter
• Direct drive / powershift transmission
• Differential / bevel gear
• Final drive

Pada beberapa tipe power train yang menggunakan sistem penggerak ganda (4 wheel drives), setelah transmission dipasang transfer gear.

I.2.1. Penghubung antara engine dengan transmission
Ada dua macam penghubung antara engine dan transmission pada Caterpillar machine yaitu:
• Flywheel clutch
• Torque converter

I.2.1.1. Flywheel Clutch
Flywheel clutch merupakan komponen yang menghubungkan engine dengan transmission secara mekanikal. Hubungan tersebut dapat disambung atau diputus sesuai kebutuhan operator.


I.2.1.2.Torque Converter
Torque converter merupakan komponen yang menghubungkan engine dengan transmission secara hydraulic. Jadi tidak ada hubungan mekanikal langsung antara engine dengan transmission.
Torque converter ada beberapa macam, antara lain:
• Torque converter, digunakan pada sebagian besar power shift machine, contohnya wheel loader tipe kecil, track type tractor (D3 – D5) dan yang lainnya.
• Torque divider, digunakan pada machine track type tractor (D6 - D11).
• Variable capacity torque converter (VCTC), digunakan pada machine wheel loader tipe besar contohnya 988 - 992.
• Torque converter dengan lock up, digunakan pada machine off high way truck, articulated dump truck dan yang lainnya.
• Gabungan antara impeller clutch dengan lock up, digunakan pada machine wheel loader tipe besar antara lain 980, 992, 994 dan yang lainnya.

I.2.2. Transmission
Transmission berfungsi untuk:
• Mengubah arah
• Mengubah kecepatan
• Mengubah daya atau torque
Caterpillar mempunyai tiga jenis transmission yaitu:
• Direct Drive Transmission
• Power Shift Transmission
• Hydrostatic Transmission

1.2.2.1. Direct Drive Transmission
Direct drive transmission adalah transmission yang menggunakan flywheel clutch sebagai media penghubung dan pemutus antara engine dengan transmission. Clutch ini dioperasikan secara manual. Flywheel clutch berguna pada saat awal machine akan bergerak dan pada saat perpindahan gigi (gear shifting).
Transmission ini dipergunakan pada machine Caterpillar yang aplikasinya di medan kerja yang relatif rata, tidak terlalu sering mengubah kecepatan ataupun arah dan beban kerja yang relatif ringan. Contohnya pada traktor pertanian, motor grader dan sebagainya.

I.2.2.2. Power Shift Transmission
Power shift transmission adalah transmission yang menggunakan clutch fluida dimana perpindahan giginya langsung tanpa harus memutuskan hubungan antara engine dengan transmission (on the go shifting). Hal ini mempermudah pada saat pengoperasiannya.
Aplikasi dari sistem transmission ini adalah untuk machine yang sering berubah kecepatan dan arah maju mundurnya serta beban kerja yang relatif berubah-ubah dan berat.

Dari cara perpindahan giginya transmission ada dua macam yaitu:
• Power shift transmission (manual gear shifting)
• Automatic transmission (automatic shifting)

Adapun jenis dari powershift transmission adalah sebagai berikut:
• Planetary gear set: pengaturan kecepatan dan arah kerja dengan cara meng-engaged-kan disc dan plate sehingga salah satu dari komponen planetary gear set meneruskan tenaga ke ke output shaft dari transmission. Bagian-bagian dari planetary gear set adalah sun gear, planet gear beserta carrier dan ring gear.
• Counter shaft: menggunakan constant mesh seperti pada direct drive tetapi pada jenis ini menggunakan clutch pack. Transmission jenis ini biasanya digunakan pada machine backhoe loader.

Untuk meng-engaged-kan clutch dipakai transmission control valve, jenisnya antara lain:
• Konvensional control valve
• Electric control valve dengan on / off solenoid
• Individual clutch modulation (ICM)
• Electronic clutch pressure control (ECPC)

I.2.2.3. Hydrostatic Transmission
Hydrostatic Transmission menggunakan sistem hydraulic pada transmisinya yang berfungsi untuk mengatur kecepatan dan arahnya. System ini menggunakan pompa hydraulic dan motor sebagai aktuatornya. Cara kerjanya yaitu tenaga dari engine langsung menggerakkan pompa hydraulic dan selanjutnya melalui rangkaian hydraulic lainnya menggerakkan motor untuk mengkonversi menjadi energi mekanikal.
Transmission ini digunakan pada track type tractor kecil, track type loader dan hydraulic excavator yang pergerakkan / perpindahan operasi machine relatif kecil.

I.2.3. Transfer Gear
Transfer gear dipakai sebagai penerus tenaga ke differential bagian depan dan belakang pada machine wheel loader.

I.2.4. Differential/Bevel Gear
Komponen ini berfungsi untuk menghantarkan tenaga dari transmission ke final drive kiri dan kanan. Differential digunakan pada machine yang menggunakan roda, sedangkan bevel gear dipasang pada machine yang menggunakan track seperti track type tractor.
Jenis differential antara lain:
• Konvensional differential (standard differential)
• Nospin differential
• Limited slip differential
• Differential lock
I.2.5. Final Drive
Final drive adalah komponen dari power train sebagai penggerak akhir yaitu menuju roda atau track. Fungsinya adalah melipatgandakan torque yang paling akhir.
.3. Komponen Power Train Pada Wheel Loader










Gb. 1.1 Komponen Power Train pada Wheel Loader
Yang termasuk komponen power train dari wheel loader adalah:
• Torque Converter • Rear Final Drive
• Transmission • Front Drive Shaft
• Output Transfer Gear • Front Differential
• Rear Drive Shaft • Front Final Drive

Rear Differential
I.4. Komponen Power Train Pada Track Type Tractor










Gb. 1.2 Komponen Power Train dari Tack Tpe Tractor
Yang termasuk komponen dari power train dari track type tractor adalah:
1. Torque Divider 4. Drive Shaft
2. Transmission 5. Bevel Gear
3. Final Drive
I.5. Planetary Gear Set
Pada alat berat Caterpillar, planetary gear set digunakan pada berbagai sistem, contohnya torque divider, planetary transmission, final drive dan lain–lain. Dinamakan planetary gear set karena operasinya menyerupai sistem tata surya. Berikut adalah gambar komponen-komponen planetary gear set.





Gb. 1.3 Planetary Gear Set
Komponen pada planetary gear set adalah:
1. Planet gear disebut juga planetary gear, pinion atau idler gear. Selain berputar pada porosnya, planet gear juga berputar mengelilingi sun gear.
2. Carrier
3. Ring gear
4. Sun gear disebut juga centered gear.
Agar planetary gear dapat bekerja syaratnya yaitu:
• Diberi input putaran
• Salah satu komponen harus ditahan (ring gear, carrier atau sun gear).
Sebagai contoh, jika sun gear digerakkan dan ring gear ditahan maka gear-gear pada carrier akan dipaksa untuk bergerak sepanjang ring gear dengan arah yang sama seperti sun gear dan carrier akan berotasi dengan kecepatan yang lebih rendah.
Keuntungan planetary gear set dibanding dengan external tooth gear:
• Lebih praktis karena tidak memerlukan ruang yang besar
• Lebih halus dalam memindahkan power.
• Beban dari masing-masing gears seimbang
• Pemilihan rasio gears yang sangat besar.
Sebagai contoh, planetary gear digunakan pada planetary transmission dan planetary final drive.




c.Hydraulic
AKTUATOR LINEAR


Gambar 66
Akturator merupakan istilah yang lazim digunakan untuk menyebut peralatan keluaran
sistem hidraulis. Ada dua macam aktuator, yaitu aktuator rotari yang menyalurkan
tenaganya dalam gerakan melingkar atau memutar, dan aktuator linear (Gambar 66)
yang menyalurkan tenaganya dalam garis lurus.
Silinder hidraulis merupakan istilah yang banyak dipakai untuk menyebut aktuator
linear, meskipun ada berbagai macam istilah lainnya seperti “ram (batang)”, “jack
(dongkrak)”, atau “stroker” yang juga sering digunakan. Istilah-istilah lain ini terkadang
memiliki makna khusus, sehingga silinder atau silinder hidraulis-lah yang akan
digunakan untuk menyebut aktuator linear.
Seperti yang pernah dibicarakan sebelumnya, tenaga dalam sistem hidraulik dihasilkan
oleh adanya peralatan yang berputar, seperti mesin pembakaran internal (IC) dan
diubah menjadi aliran fluida oleh suatu pompa. Aluran ini kemudian diarahkan
melalui sebuah sistem kepada aktuator, yang akan mengubahnya menjadi tenaga rotari
dengan bantuan motor, atau mejadi tenaga linear dengan bantuan silinder. Bisa
dikatakan bahwa tanpa adanya aktuator, tidak akan ada sistem hidraulis karena
sebenarnya aktuatorlah yang menggerakkan semuanya. Gaya dan gerakan dihasilkan
dalam garis lurus untuk menggerakkan mesin seperti misalnya blade, bucket, ripper,
dan lain-lain.
Konstruksi
Gambar 67
Penyegel
Kebanyakan silinder memiliki dua lokasi penyegelan fluida: melingkari pada piston dan
melingkari batangnya. Silinder harus disegel jugaantara badan dan dua head-nya. Ada
berbagai jenis penyegel untuk tiap jenisnya tergantung pada jenis fluida yang
dipergunakan, kekuatan penyegelan yang dibutuhkan dan umur pakai yang diinginkan.
Gambar 68 – Konstruksi Penyegel
Penyegel rod/batang merupakan bahan yang lentur yang menempel pada permukaan
rod oleh adanya pemampatan awal (diameter dalam penyegel lebih kecil dibanding
diameter luar rod) dan tekanan hidraulis yang menimpanya. Sebuah ring penyegel
berbentuk O dengan ring cadangan bida juga digunakan, ada juga penyegel tepian,
meskipun packing berbentuk U ataupun V dalah yang palingbanyak dipakai.
Rancangan jenis-jenis penyegel bisa anda lihat pada Gambar 68.
Penyegel tepian merupakan bahan yang dibentuk, biasanya dituang dalam frame logam
atau plastik keras. Kita bisa juga memasukkan pegas ulir pada bagian dalam penyegel
tersebut untuk memberi kontak awal penyegel pada permukaan yang bergerak atau
berputar. Sedangkan yang berbentuk U dan C, sisi dalam penyegelnya yang menerima
tekanan, dan tepiannya dipergunakan untuk menekan terhadap permukaan penyegelan
dengan adanya tekanan untuk menciptakan penyegelan yang ketat.
Bahan yang digunakan untuk membuat penyegel ini biasanya terbuat dari karet sintetis,
meskipun karet campuran dan plastik campuran juga kadang-kadang dipakai. Kriteria
utama dalam memilih penyegel adalah keesuaiannya dengan fluida yang kita
pergunakan, daya tahan aus dan kesesuaian dengan suhu pengoperasian.
Keausan penyegel tergantung kepada faktor lain selain bahan yang digunakan, yaitu:
kualitas pelumasan dan kebersihan fluida yang bersentuhan dengan penyegel. Yang juga
turut berperan adalah bahwa penyegel tersebut harus sering dilumasi secukupnya, harus
dijaga agar tetap “basah” oleh fluida.
Penyegelen yang “sempurna” adalah penyegelan yang mampu mencegah segala
kebocoran. Namun pada prakteknya, harus dilakukan paling tidak satu menit pelapisan
pelumasan awal agar penyegel dapat disisipkan dengan mudah ke dalam permukaan
yang akan disegel. Dalam penerapannya, penyegel dianggap efektif jika tidak ada
sedikitpun fluida yang mampu menembusnya.
Ada dua tipe silinder.
1. Single Acting (langkah tunggal/fungsi tunggal)
2. Double acting (langkah ganda/fungsi ganda)



Silinder Langkah Tunggal
Gambar 69
Gambar 69 merupakan tampilan skematis dari silinder langkah tunggal.
Daerah yang berarsir gelap merupakan pelumas yang berada di bawah tekanan dan
daerah yang berwarna muda merupakan pelumas dalam tanki bertekanan.
Silinder langkah tunggal menggunakan tekanan pelumas dari satu ujung silinder dan
memberi gaya pada satu arah saja.
Silinder tersebut ditarik dengan menggunakan berat beban atau tenaga pegas.
Silinder langkah tunggal jangan dipergunakan dalam peralatan bergerak.
Gambar 70
Contoh paling mudah dari silinder langkah tunggal adalah batang hidraulis (Gambar
70). Batang ini hanya memiliki satu ruangan fluida dan mengeluarkan gaya dalam satu
arah saja. Kebanyakan dipasang dalam posisi berdiri dan memendek oleh adanya gaya
gravitasi. Praktis untuk langkah gerakan yang lebih panjang, batang ini biasa ditemukan
dalam dongkrak “botol” dan dongkrak mobil.
Silinder langkah tunggal menggunakan gaya satu arah,mengandalkan diri pada gravitasi
atau kekuatan balikan umtuk memendek. Perbedaan utama antara silinder langkah
tunggal dan batang hidraulis adalah silinder langkah tunggal menggunakan sebuah
piston, dan kebocoran aliran melalui piston disalurkan ke penampung untuk
memperkecil kebocoran eksternal. Silinder langkah tunggal kebanyakan dipakai untuk
crane truck dan crane boom.
Silinder langkah ganda/fungsi ganda
Gambar 71
Gambar 71 merupakan tampilan silinder langkah ganda. Pelumas yang diarsir gelap
berada di bawah tekanan dan pelumas berarsir lebih muda berada pada tanki
bertekanan. Ini merupakan contoh aktuator hidraulis yang paling banyak dipergunakan
dalam peralatan bergerak sekarang ini. Silinder ini digunakan dalam
pengimplementasian, pengemudian dan sistem lain dimana dibutuhkan silinder untuk
melakukan kerja dalam dua arah.
Dua langkah disini diartikan bahwa silinder mampu menyediakan tenaga dan mampu
bergerak ke kedua arah.
Gambar 72
Silinder langkah ganda (Gambar 72): Mungkin merupakan jenis silinder yang paling
banyak digunakan dalam peralatan bergerak, silinder langkah ganda ini mampu
mengeluarkan gaya ke kedua arah, memanjang dan memendek.utnuk memanjang,
maka fluida dialirkan melalui ujung penutup silinder dan ujung batang port dibuka
disalurkan ke penampung. Ketika memendek, fluida disalurkan ke dalam ujung batang
silinder dan penutup serta port dibuka ke penampung. Silinder langkah ganda ini juga
disebut sebagai silinder diferensial karena wilayah efektif, dan sehingga volume, dari
tiap ujungnya berbeda sesuai ruang yang digunakan oleh wilayah batang dan
volumenya. Wilayah diferensial dan volume ini menyebabkan timbulnya perbedaan
gaya dan kecepatan selama memanjang dan memendek.
Gambar 73
Variasi dari silinder langkah ganda ini adalah silinder batang ganda. Dalam versi ini,
batang silinder memanjang melalui kedua ujung penutupnya (Gambar 73), sehingga
menyamakan wilayah dan volume antara kedua ujung silinder. Ini menyeimbangkan
gaya dan kecepatan ketika memanjang dan memendek. Penggunaan yang paling banyak
dikenal untuk silinder batang ganda ini adalah dalam power steering.
SILINDER TELESKOPIS
Gambar 74
Kebanyakan silinder teleskopis (Gambar 74) merupakan silinder langkah tunggal.
Silinder teleskopis terdiri dari beberapa batang berbentuk tabung yang terletak di dalam
batang tabung lainnya yang lebih besar yang disebut sebagai sleeve. Tiap sleeve ini
memanjang sendiri-sendiri ketika dipanjangkan. Di dalamnya bisa terdapat dua atau
tiga sleeve dalam satu silinder, atau bahkan sampai lima sleeve. Langkah memanjang
dan memendek inilah yang membuat silinder ini sangat tepat untuk diterapkan seperti
dalam truk pengangkat di lokasi industri dan truk angkat besar atau truk sampah. Fitur
inheren dari silinder teleskopis, karena urutan diameter sleeve yang makin lama makin
kecil, adalah penurutan kemampuan gaya dan peningkatan kecepatan dalam tiap
tahapan yagn berurutan tersebut.
Gambar 75
Silinder teleskopis ini mungkin juga berupa silinder langkah ganda, sebagai contoh,
lihat Gambar 75, meskipun ini tidak terlalu lazim. Karena kecilnya wilayah yang ada
dalam tahap pemendekan, maka kekuatan memendeknya juga relatif kecil. Silinder
teleskopis langkah ganda biasanya dipergunakan refuse hauler karena tingginya
kekuatan kecilnya dan panjangnya langkah yang dibutuhkan, namun kekuatan
memendeknya relatif kecil.
SILINDER YANG DIMODIFIKASI
Ada beberapa konfigurasi aktuator linear yang mampu menyesuaikan diri mereka
dengan penerapan tertentuu. Beberapa diantaranya merupakan hak dagang beberapa
pembuat mesin, dan tidak sesuai dengan penerapan tersebut. Namun, ada pula yang
lainnya yang banyak tersedia dan dapat dianggap sebagai pilihan standar.
Katup Counterbalance
Gambar 76
Biasanya akan sangat menguntungkan bagi kita untuk menggabungkan beberapa
karakteristik katup tertentu dalam silinder, biasanya ke dalam cap end head.
Popularitas katup screw-in cartridge ini membuat fitur-fitur ini relatif mudah dan tidak
mahal untuk didapatkan. Meskipun katup counterbalance (Gambar 76) merupakan
jenis katup integral yang paling terkenal, jenis lainnya seperti kendali direksional,
pengendali aliran dan katup urutan juga dapat ditemukan.
Bantalan (Cushion)
Gambar 77
Penghentian yang terlalu sering dilakukan serta akhir langkah yang mendadak biasanya
dapat merusak silinder; silinder yang memanjang dan/atau memendek dalam
kecepatan tinggi dapat rusak berat hanya dalam beberapa langkah. Bantalan silinder
merupakan fitur yang paling lazim digunakan dalam peralatan bergerak yang dapat
membantu meredam gerakan piston di ujung langkahnya dan meredam dampak
tumbukan tersebut. Bantalan dapat ditemukan pada salah satu atau kedua ujung
silinder yang berfungsi sebagai rem hidraulis ketika bergerak. Gambar 77
memperlihatkan satu jenis bantalan yang dipergunakan dalam langkah memendek.
Pembatas langkah
Gambar 78


d.Radiator/Cabin

Radiator adalah suatu komponen yang berfungsi sebagai system pendingin pada suatu unit.Radiator merupakan salah satu komponenyang paling penting.apabila core-corenya rusak,maka radiator tidak dapat mendinginkansystem sehingga menyebabkan overheating

Check kebocoran radiator dengan memberikan tekanan 15 Psi
Apabila terdapat kebocoran pada core maka core harus diganti
Lepaskan smua bolt,nut core
Melepas core

Cabin merupakan ruang kemudi dari sebuah unit,karena di dalam cabin terdapat semua pengendali,EMS,serta alat pngukur lainnya.













Bab V
A.Kesimpulan
Setelah melakukan kegiatan PSG(pendidikan System Ganda),Saya selaku penulis mendapat banyak pengalaman dalam dunia industri.Pengalaman yang saya dpatkan selama PSG jauh lebih berharga dri apapun.Sebab dengan pengalaman tersebut dapat diketahui bahwa beratnya tantangan yang dihadapi dalam Era Globalisasi.
Dan dengan pengalaman yang saya dpatkan selama kegiatan PSG semua kesulitan-kesulitan dapat saya atasi selama proses berlangsung.Demikian hasil dari embuatan laporan PSG ini,Apabila ada kesalahan yang tidak disengaja maupun yang disengaja ,saya selaku penyusun meminta maaf yang sebesar-besarnya
Dan mudah-mudahan dapat bermanfaat bagi pembacanya.
AMIIINN………!!!!
B.Saran
Dengan adanya Pendidikan System Ganda(PSG),dapat menambah dan pengetahuan mengenai dunia industry dan dapat meningkatkan skill dari pada siswa itu sendiri.
Saran agar kami bias lebih memahami dunia industri dan terampil lagi,kami meminta (saya selaku penulis) agar waktu PSG di perpanjang ,karena dengan waktu yang lama kami bias lebih memahami ,dengan masa yang lama pula skill kami dpat meningkat,karena dalam mendapatkan skill itu butuh waktu yang cukup lama.
Demikian dari saran saya selaku pembuat laporan ,apabila ada kata-kata yang salah mohon di maafkan.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar